Sabtu, 02 Januari 2010

CIRI WANITA SOLEHAH

Tidak banyak syarat yang dikenakan oleh Islam untuk seseorang wanita untuk menerima gelar solehah, dan seterusnya menerima pahala syurga yang penuh kenikmatan dari Allah s.w.t.

Mereka hanya perlu memenuhi 2 syarat saja yaitu:
1. Taat kepada Allah dan RasulNya
2. Taat kepada suami


Perincian dari dua syarat di atas adalah sebagai berikut:


1. Taat kepada Allah dan RasulNya

Bagaimana yang dikatakan taat kepada Allah s.w.t. ?
- Mencintai Allah s.w.t. dan Rasulullah s.a.w. melebihi dari segala-galanya.
- Wajib menutup aurat
- Tidak berhias dan berperangai seperti wanita jahiliah
- Tidak bermusafir atau bersama dengan lelaki dewasa kecuali ada bersamanya
- Sering membantu lelaki dalam perkara kebenaran, kebajikan dan taqwa
- Berbuat baik kepada ibu & bapa
- Sentiasa bersedekah baik dalam keadaan susah ataupun senang
- Tidak berkhalwat dengan lelaki dewasa
- Bersikap baik terhadap tetangga

2. Taat kepada suami
- Memelihara kewajipan terhadap suami
- Sentiasa menyenangkan suami
- Menjaga kehormatan diri dan harta suaminya selama suami tiada di rumah.
- Tidak cemberut di hadapan suami.
- Tidak menolak ajakan suami untuk tidur
- Tidak keluar tanpa izin suami.
- Tidak meninggikan suara melebihi suara suami
- Tidak membantah suaminya dalam kebenaran
- Tidak menerima tamu yang dibenci suaminya.
- Sentiasa memelihara diri, kebersihan fisik & kecantikannya serta rumah tangga

http://www.dudung.net/artikel-islami/ciri-ciri-wanita-solehah.html

Kamis, 31 Desember 2009

Keluarga Sakinah Miniatur Masyarakat Madani


Keluarga merupakan salah satu elemen yang akan membangun sebuah masyarakat, dan seperti tadi telah disebutkan, menegakkan Islam dalam keluarga merupakan salah satu tahapan dalam mewujudkan cita-cita Islam. Dengan pemahaman tentang ini tidak terlalu sulit untuk menyimpulkan bahwa sebuah keluarga sakinah (Keluarga yang berhasil menurut standar Islami) adalah cerminan sebuah masyarakat madani. Sedangkan masrakat madani sendiri merupakan standar Islami tentang sebuah masyarakat yang ”makmur, aman, tentram dan damai”. Orang sering menyebut-nyebut tentang “masyarakat madani”. Sebuah gambaran tentang masyarakt sukses yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw. Begitu inginnya masyarakat / ummat berada dalam sebuah masyarakat yang makmur, aman, tentram dan damai, sehingga segera saja ide untuk menciptakan masyarakat seperti itu disambut dengan hangat. Sayang sekali tidak mudah kita menemukan tulisan yang menerangkan cara mencapainya. Bahkan masih banyak muslimin tidak memahami tahapan-tahapan amal dalam menegakkan Islam, padahal masyarakat yang diidamkan tadi sebenarnya bukan merupakan tujuan akhir penegakkan Islam. Islam menghendaki agar penghambaan manusia dikembalikan hanya kepada Allah SWT. Islam menghendaki agar pilar-pilarnya dibangun pertama kali di dalam dada individuà kemudian di dalam sebuah rumah tanggaà kemudian dalam sebuah masyarakatà kemudian sebuah negaraà kemudian sebuah khilafahà kemudian di atas seluruh permukaan bumià sebelum akhirnya tegak di seluruh alam semesta ini, Insya Allah. Keluarga merupakan salah satu elemen yang akan membangun sebuah masyarakat, dan seperti tadi telah disebutkan, menegakkan Islam dalam keluarga merupakan salah satu tahapan dalam mewujudkan cita-cita Islam. Dengan pemahaman tentang ini tidak terlalu sulit untuk menyimpulkan bahwa sebuah keluarga sakinah (Keluarga yang berhasil menurut standar Islami) adalah cerminan sebuah masyarakat madani. Sedangkan masrakat madani sendiri merupakan standar Islami tentang sebuah masyarakat yang ”makmur, aman, tentram dan damai”. Kira-kira apakah ciri-ciri persamaannya dan apakah cara mewujudkannya juga akan sama dengan cara mewujudkan karakteristik masyarakat madani ?. Dalam tulisan kali ini Insya Allah akan coba diuraikan beberapa ciri / karakteristik masyarakat madani yang tumbuh dari kumpulan keluarga sakinah. Keluarga Robbani Sebagaimana salah satu ciri masyarakat madani adalah bersifat Robbani, maka keluarga sakinah juga berciri robbani. Artinya, di dalam keluarga / masyarakat tersebut setiap anggotanya berusaha untuk berlomba di dalam upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagai Perekat utama keluarga/ masyarakat. Mereka menyadari betul bahwa hanya Allah sajalah yang pantas di jadikan tempat meminta bagi terwujudnya kebahagiaan bersama. Sebab mereka meyakini firman Allah sebagai berikut: “Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim.” (4:1) Sebuah keluarga sakinah tidak pernah menjadikan variabel keduniaan sebagai faktor utama munculnya soliditas internal keluarga. Mereka juga percaya bahwa hanya dengan taqarrub ila Allah (mendekatkan diri kepada Allah) dan menegakkan aturan Allah sajalah maka kebahagiaan, kasih-sayang dan kecintaan sejati akan dirasakan di dalam keluarga. Suatu bentuk kebahagiaan yang tidak dibatasi selama hidup di dunia semata, melainkan jauh hingga berkumpul kembali di akhirat. Demikian juga dalam masyarakat madani di mana hukum Allah ditegakkan dengan sempurna. Keluarga Yang Cinta Ilmu Iqro (QS96:1) Ayat pertama yang turun kepada Nabi kita Saw adalah ayat tadi: ” Bacalah!”, pelajarilah! Keluarga sakinah adalah keluarga yang cinta ilmu, seperti juga masyarakat madani. Mereka saling belajar dan saling mengajarkan, antara yang tua kepada yang muda maupun sebaliknya. Keluarga yang menghargai ilmu sehingga menempatkan ahli ilmu di tempat yang dihormati, mencari ilmu dan mengajarkannya, serta kemudian bersyukur kepada Allah atas ilmu dan berkah ilmu, dan menggunakannya di jalan Allah. Keluarga sakinah tidak bersikap jumud maupun liberal dalam mensikapi ilmu. Seorang bapak menganjurkan anaknya untuk menuntut ilmu, membiayainya, kemudian juga menghormati anaknya yang mau membagi ilmu itu kepadanya dan siap menerima nasehat anaknya dengan ilmu yang dia (anak itu) pelajari dari gurunya. Bahkan sebelum itu sang bapak-lah yang mencarikan guru terbaik untuk anaknya itu. Singkatnya keluarga sakinah/ rabbani terdiri dari anggota keluarga yang telah manghayati sabda Rasulullah saw berikut: “Barangsiapa ingin berhasil di dunia, tuntutlah ilmu. Barangsiapa ingin berhasil di akhirat, tuntutlah ilmu. Dan barangsiapa ingin berhasil di dunia dan di akhirat, tuntutlah ilmu.” Meskipun demikian anggota keluarga sakinah tetap berpegang pada prinsip :”pendapat siapapun dapat diterima dan ditolak, kecuali dari Allah dan RasulNya yang kita terima tanpa keraguan”. Keluarga Yang Cinta Damai Keluarga sakinah, seperti juga masyarakat madani, selalu berusaha untuk tampil sebagai rahmat bagi sekelilingnya. Dalam lingkungan yang kecil di dalam keluarga, suasana saling cinta mendasari hubungan antara mereka. Kakak dan adik saling cinta, bapak dan ibu menjadi teladan mereka. Bahkan dengan anggota keluarga temporer (misalnya pembantu rumahtangga) juga disayangi seperti keluarga sendiri, tidak direndahkan dan dianggap sebagai orang suruhan belaka. Di lingkungan yang lebih besar di luar rumah, di antara tetangga, anggota-anggota keluarga sakinah memperlihatkan sikap dan sifat yang sama, bersikap santun kepada tetangga, tukang jualan, tukang sampah, penunggu warung, dan siapa saja yang ada di lingkungannya. Anak-anak keluarga sakinah akan dikenali dari akhlaknya yang santun, menghormati yang tua, menyayangi yang kecil, tidak suka mengganggu atau merugikan orang lain, jujur ketika berjual beli dan bertutur-kata. Siapapun yang melihat mereka akan berharap anak mereka-pun bersikap serupa, karena kesantunan dan kebaikan akhlak mereka. Anak-anak seperti ini akan menjadi cahaya mata bagi orang tua mereka, bahkan juga bagi lingkungannya. Siapapun akan bangga memiliki warga seperti mereka. Singkatnya mereka berusaha meneladani Rasulullah saw dalam hal yang Allah isyaratkan di dalam firman-Nya: “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (21:107)
Keluarga Yang Egaliter Keluarga sakinah selalu berusaha mewujudkan suasana “sama tinggi sama rendah” di dalam rumah. Setiap anggota keluarga tidak hanya dikenalkan kewajiban yang harus dipenuhinya, melainkan juga diberitahu akan hak-hak yang dimilikinya. Baik ayah, suami, ibu, isteri maupun anak-anak bahkan pembantu menyadari bahwa ia memiliki hak-hak yang perlu dijaga dan dipenuhi. Dan fihak pertama yang harus memastikan bahwa hak-hak ini terpenuhi adalah kepala keluarga. Bukanlah sebuah miniatur masyarakat Islami atau madani bila yang memperoleh pemenuhan hak hanya sang ayah atau suami sedangkan anak dan isteri hanya punya daftar kewajiban. Misalnya dalam hal saling menasehati. Bukan hanya ayah kepada anak atau ibu kepada anak atau suami kepada isteri terdapat hak menasehati. Melainkan sebaliknya hendaknya dipastikan bahwa anakpun boleh dan dijamin memberikan nasehat kepada orang-tua atau isteri menasehati suami. Inilah miniatur masyarakat Islami dan madani. Ketika Umar bin Khattab berdiri di depan ummat pada hari dilantiknya menjadi khalifah, maka bangunlah seorang lelaki mengangkat pedangnya tinggi-tinggi seraya berujar: “Hai Amirul mu’minin, seandainya perjalanan kepemimpinanmu melenceng dari garis ketentuan Allah dan RasulNya, niscaya pedangku ini akan meluruskanmu.” Maka dengan tawadhu/ rendah hatinya Umar menjawab: “Alhamdulillah ada seorang lelaki ditengah ummat yang Umar pimpin akan meluruskanku tatkala aku menyimpang.” Dan pada saat itu tidak ada seorangpun yang menuduh lelaki tersebut sebagai tidak percaya atau tidak tsiqoh akan kepemimpinan Amirul mu’minin Umar bin Khattab ra. Justeru ke-tsiqoh-annya kepada Umar menyebabkan lelaki tersebut begitu leluasanya menyampaikan aspirasi secara asli dan apa adanya. Hal ini menunjukkan betapa egaliternya suasana masyarakat Islam kala itu. Dan setiap warga menjadi seperti itu karena lahir dari keluarga-keluarga yang memang sejak dini menanamkan nilai-nilai egaliter di rumah masing-masing. Wallahu a’laam (SAN 29052009) http://www.eramuslim.com/syariah/benteng-terakhir/keluarga-sakinah-miniatur-masyarakat-madani.htm

Minggu, 04 Oktober 2009

TAUBAT


wahai tuhan aku lemah, hilang terumur noda, hapuskanlah, terangilah jiwa di hitam jalanku ampunkanlah aku, terimalah taubatku. Sesungguhnya engkau sang maha pengampun dosa. Ya robbi, ijinkanlah aku kembali padamu meski mungkin takkan sempurna aku sebagai hambamu, ampunkanlah aku, terimalah taubatku. Sesungguhnya engkau sang maha pengampun dosa, berilkanlah aku kesempatan waktu, aku ingin kembali, kembali… meski aku tak layak sujud padamu dan sungguh tak layak.

Ribuan langkah kau tapaki
Pelosok negri kau sambangi
Ribuan langkah kau tapaki
Pelosok negri kau sambangi

Tanpa kenal lelah jemu
Sampaikan firman Tuhanmu
Tanpa kenal lelah jemu
Sampaikan firman Tuhanmu

Terik matahari
Tak surutkan langkahmu
Deru hujan badai
Tak lunturkan azzammu

Raga kan terluka
Tak jerikan nyalimu
Fatamorgana dunia
Tak silaukan pandangmu

Semua makhluk bertasbih
Panjatkan ampun bagimu
Semua makhluk berdoa
Limpahkan rahmat atasmu

Duhai pewaris nabi
Duka fana tak berarti
Surga kekal dan abadi
Balasan ikhlas di hati

Cerah hati kami
Kau semai nilai nan suci
Tegak panji Illahi
Bangkit generasi Robbani

Minggu, 06 September 2009

KETIKA TILAWAH MENJADI HOBI

Ramadhan benar-benar menjadi bulan "miracle" bagi sebagian besar umat muslim

Gimana tidak, hampir sebagian besar masyarakat tilawah Al Quran di sela-sela aktivitas mereka disiang hari, bahkan ba'da sholat terawih mereka membaca Al Qur'an secara tadarus ada juga yg membaca secara mandiri. Bahkan di bulan Ramadhan ini, mereka yang membaca Al Qur'an memiliki target meng-Hatam-kan Al Qur'an minimal 1 kali selama bulan ramadhan. Bahkan, yang biasanya jarang menghatamkan Al Qur'an di bulan Ramadhan memiliki Ambisi untuk bisa dan mampu menghatamkan Al Qur'an.

Ini lah miracle of Ramadhan.

Rabu, 06 Mei 2009

Alhamdulillah

Rasa syukur ini aku panjatkan kepadamu ya Allah, tiada tempat untuk aku memanjatkan rasa syukur hanya kepada-Mu. Karena aku tahu, bahwa tiada yang mampu menandingi-Mu di jagat raya ini dalam hal apapun.

Ya Allah... Jadikanlah diri hamba-Mu ini menjadi hamba yang senantisa bersyukur.....

Senin, 30 Maret 2009

PESTA RAKYAT

Pesta rakya lima tahunan (PEMILU) legislatif tinggal menghitung hari, maka masyarakat sangat dianjurkan untuk ikut berpartisipasi dalam pemilu nanti. Bahkan seruan untuk ikut pemilu disampaikan oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia) mengeluarkan fatwa haram bagi masyarakat yang GOLPUT (Golongan Putih) alias tidak mau ikut memilih.

Melihat atau mengevaluasi dari hasil Pemilu yang telah lewat, masih banyak masyarakat yang tidak ikut berpartisipasi. Bahkan ada yang sampai mengeluarkan statmen "Saya sudah bosan dengan janji-janji muluk para elit politik, pada saat berkampanye mereka menjanjikan akan membela kepentingan rakyat. Tapi apa buktinya apa?? berkali-kali kami pilih mereka tapi yang ada pada saat mereka berkuasa justru mereka hanya mementingkan diri sendiri atau bahkan ingin mengembalikan uang yang mereka keluarkan saat mereka berkampanye dulu sebelum berkuasa dengan MENGKORUPSI Uang rakyat..... Saya SUDAH bosan dengan PEMILU ini....!!"

Ya itu mungkin hanya satu dari sekian juta masyarakat yang memiliki pemikiran yang sama, maka peranan kita lah bagaimana memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk ikut berpartisipasi. Karena, pada dasarnya kita berpartisipasi bukan sekdar ikut-ikutan saja. Tapi kita harus memiliki kesadaran yang sangat mendasar bahwa Kalau kita ingin memilki pemimpin yang baik maka kita juga harus tahu dan mau memilih siapa pemimpin yang memang benar-benar ingin membela dan memberikan kesejahteraan kepada masyarakat.

Kita memilih bukan sekedar karena uang, keluarga atau saudara, tapi secara akhlaqul karimah masih jauh. Maka apa yang akan terjadi bila seorang pemimpin tidak memiliki ahlaqulkarimah yang baik, ya kita tahulah, yang pasti uang rakyat tidak akan bisa sampai kepada mereka, bahkan orang miskin akan semakin miskin. (Tarik nafas yang dalam)

Tapi... Jangan khawatir, masih ada kok dalam pemilu nanti CALEG yang akan membela rakyat, bahkan sebelum menjadi CALEG saja mereka sudah lebih dahulu membela masyarakat. Jadi jangan buang sia-sia Suara kita dalam PEMILU nanti, Kalau kita ingin mendapatkan perubahan pemerntahan yang baik dan bersih maka kita tidak hanya duduk santai dirumah bahkan sekedar menonton PEMILU saja, tapi sekali lagi pastikan kita memberikan suara kepada CALEG yang tepat. Pastikan bahwa kita memilih seorang pemimpin atau wakil rakyat yang TEPAT. Karena satu suara dari kita sangat-sangat menentukan perubahan Bangsa Indonesia.

PASTIKAN pada tanggal 9 April 2009 nanti PILIH PKS SUKA (Partai Keadilan Sejahtera Sudut Kanan Atas) pada kertas Suara, dicontreng satu kali saja gambar ATAU caleg Nomor 1(satu) jangan di coblos ya....! Insya Allah Caleg dari PKS Amanah, Bersih, peduli, dan Profesional.

Rabu, 04 Maret 2009

KALAU YAKIN PASTI BISA


Ternyata kalau mau ke bulan gak mesti repot-repot harus naik pesawat luar angkasa. Buktinya saya bisa berada disana (red-lihat foto disamping).

Kalau yakin bisa pasti bisa, cara nya gampang cukup buka situs yang ada di internet, kita bisa menjelajah ke bulan ^_^

Bagaimana kalian pada penasaran tidak???

Kalau ya, tulis di Comment tulisan ini ya....

Minggu, 01 Maret 2009

SPIRIT KEBANGKITAN

AYO TERUS SEMANGAT
JANGAN PERNAH UNTUK BERHENTI
JALAN MASIH PANJANG

Kamis, 26 Februari 2009

MUDAHNYA BERPRASANGKA

Ternyata gampang sekali hati ini berprasangka negatif kepada orang lain yang belum tentu orang yang kita nilai sesuai dengan apa yang kita sangkakan.

Terkadang, kita hanya melihat dari satu sisi saja dan lansung menilai buruk tanpa terlebih dahulu mentabayuni atau mencari informasi syumul. Sebagai contoh mungkin, pada saat orang yang kita nilai tidak terlihat sewajarnya, atau kelihatan agak sedikit aneh... study kasusnya yang dapat diambil hibrohnya adalah pada saat kita sedang melakukan koordinasi, mungkin bisa jadi 1-2 kali koordinasi kita tidak ada masalah dengan rekan-rekan dakwah kita, namun pada rapat berikutnya ada saudara kita yang gaya rapatnya yang biasanya agak cool tiba-tiba berubah 180 derajat emosinya meningkat, dan hal itu terjadi hampir berulangkali. Bisa jadi hal ini membuat diri kita langsung menilai "Ikhwah gak tau diuntung, tiap saat kok emosian terus"

Yah...mungkin ini baru secuil cerita yang kurang bermutu, tapi yakinlah bahwa banyak faktor yang membuat kita langsung men-justis negatif saudara kita. Parahnya, kita berprasangka kepada orang yang jarang kita temui, dan apabila terdengar ISU negatif tentangnya (ingat cuma "ISU") kita jadi ikut-ikutan berprasangka yang jelek padahal kita tidak pernah melihat langsung kejadiannya tapi HANYA MENDENGAR saja, Naudzubilla.....

Mari kita bersihkan hati kita dari segala yang mengotorinya...

Kamis, 12 Februari 2009

SEMANGAT

AYOO.... JANGAN PATAH ARANG!
KITA MASIH BISA TERUS BERKARYA
CIPTAKANLAH TERUS KARYA TERBAIK
JANGAN PERNAH BERHENTI

SAYA PASTI BISA...BISA... BISA...!!

Minggu, 08 Februari 2009

RIZKI YANG LUAS

Tulisan ini bukanlah sebuah dongeng atau cerita fiktif, tapi justru cerita ini adalah pengalaman yang dapat menjadi pelajaran buat kita semua...

Teman... pernakah disaat diri kita sedang tidak memiliki uang atau bahasa gaulnya lagi cekak atau bahasa medisnya "kanker" alias kantong kering ^_^ disitu ternyata Allah memberikan jalan keluar bagi kita dengan diberikannya Rizki lewat jalan yang tidak disangka-sangka, dan saya yakin pastilah kita semua pernah merasakannya.

Mungkin cerita ini kurang atau bahkan tidak memiliki kualitas yang bermutu. Tapi paling tidak, cerita ini bisa menjadikan sebuah pelajaran yang mungkin bisa membuat diri kita untuk lebih baik lagi.

Percayakah antum bahwa Rizki Allah itu bisa mengalir seperti air yang mengalir bahkan disaat kita membutuhkannya rizki itu datang kepada kita lewat sarana atau pintu mana saja (So pasti tetep halal dunk) dengan modal keyakinan dan sebuah ikhtiar dari kita.

Sebenarnya, semua rizki yang Allah turunkan kepada kita adalah buah dari sebuah amal kebajikan yang kita lakukan, kalau berbicara pengalaman tentu saja hal ini bukanlah sebuah ucapan yang membual. Kenyataannya bahwa hanya dengan membelikan air galon untuk diminun oleh sebuah keluarga, tanpa kita sadari ternyata setiap tegukan air yang diminum oleh setiap orang dalam keluarga itu memberikan nilai tambah dalam amal kita. Dan ternyata pada akhirnya Allah akan memberikan kita rizki lewat jalan yang lain buat kita, lebih-lebih pada saat kondisi kita yang memang sedang seret dana.

Tapi yang harus kita ingat adalah rizki Allah itu datang dengan keyakinan, do'a, dan ikhtiar sungguh-sungguh. Dan bisa jadi juga rizki itu akan terhalang kepada kita hanya gara-gara satu perbuatan mudharat yang kita lakukan.

Teman.... Yakinlah bahwa Rizki Allah itu sangat banyak dan luas.

Senin, 02 Februari 2009

Mengejar Impian

Ternyata begini toh rasanya setelah beranjak dewasa...

Dulu pada saat masih kanak-kanak, kita ingin sekali segera beranjak dewasa. Saat masih TK hingga SD ana berpikir kapan bisa cepat $gede seperti orang dewasa pada masa itu, punya tubuh yang tinggi, energik, banyak relasi, selalu mobile dan lain sebagainya... pokoke banyak hal yang membuat diri ini untuk segera beranjak dewasa.

Akhrinya... ana telah 25 th sekarang. Fuiihhh.... perjalanan yang panjang tapi singkat tak terasa begitu cepat... dari yang segala-galanya masih di momongin ORTU hingga kini apa-apa dikerjakan sendiri (tapi kalau masak masih disiapin Ortu hehe ^_^...Tapi kadang masak sendiri juga sich, masak air, goreng telur, dan yg mudah-mudah lah).

Banyak hal yang dapat diambil hikmah dari masa perjalanan itu, diantaranya dan yang bermakna hingga hari ini adalah, Hidayah Allah yang senantiasa mengiringi langkah kaki ini beranjak dewasa ( semoga Kita semua senantiasa diberikan Hidayah oleh Allah selalu, Amiin) dan tak ketinggalan pula Nasihat para Sesepuh (Ortu, Ustad, Shekhud dakwah, Friends, etc).

Sekarang setelah apa yang diimpikan itu datang, maka akan ada impian yang lainnya bahkan lebih besar dan dahsyat. Di usia yang sudah cukup dikatakan dewasa dan tentu saja masih muda, masih banyak impian-impian lainnya yang belum terpenuhi, oleh sebab itu... Sekaranglah untuk mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki untuk mengejar impian yang masih harus diraih.... Apalgi yang harus ditunggu.... (Masih lajang lagi....Ck...ck...) masa mau selalu disalip ditikungan terus.... Ayo semangat !!

Kamis, 02 Oktober 2008

Jangan Menangkan Syetan Di Hari Fitri!

Dalam ajaran Islam yang mulia ini, sebenar apapun kita bergembira, tetap kita tak boleh berlebihan hingga melupakan ajaran Islam itu sendiri.

Allaahu Akbar Allaahu Akbar Allaahu Akbar. Laa ilaa ha illAllaahuallahu akbar. Allaahu Akbar Walillaahilhamd.

Gema takbir seolah sudah hadir di sini. Kemeriahan Lebaran sudah terasa. Anak-anak kecil sibuk memajang baju lebaran mereka agar tak lupa nanti memakainya.
Muslimin layak bergembira kelak sebab bulan penuh ujian kesabaran dari Allah (mudah-mudahan) telah dilalui dengan sukses. Orang beriman yang telah sebulan berpuasa di siang hari, berdiri menegakkan sholat tambahan di malam hari, dan melantunkan ayat-ayat suci Al Qur’an sepanjang hari, maka mereka ini layak disebut sebagai orang-orang yang menang.

Menurut sunnah Nabi Saw memang di kedua hari Raya (Iedl Fitri dan Iedl Adha) dianjurkan untuk memperlihatkan kegembiraan, bahkan diperbolehkan menonton permainan untuk memeriahkan hari Raya. Itu sebabnya pula pada hari raya dilarang berpuasa. Berpuasa adalah wujud keprihatinan, sedangkan di hari raya harus memperlihatkan kegembiraan.
Namun dalam ajaran Islam yang mulia ini, sebenar apapun kita bergembira, tetap kita tak boleh berlebihan hingga melupakan ajaran Islam itu sendiri.

Banyak di antara perilaku hasil budaya umat Islam dalam merayakan hari raya kini telah tercampur dengan berbagai penyimpangan yang malah mencederai ajaran Islam.

Coba kita lihat budaya makan berlebihan di hari Raya. Seolah membalas dendam kelaparan selama sebulan, kaum ibu mempersiapkan hidangan hari raya sepenuh ruang makan. Berbagai jenis makanan kecil maupun besar dipaksakan agar para tamu menyantap sepuas-puasnya. Setelah itu, jika kemudian ternyata berlebih, maka makanan penuh gizi tersebut menjadi penghuni tempat sampah. Mubazir. Padahal di dalam Al Qur’an disebutkan bahwa para pelaku mubazir adalah saudaranya syetan!

Sungguh heran, jika sebulan berpuasa adalah untuk menumbuhkan rasa kebersamaan kita dengan kaum miskin papa yang senantiasa kelaparan, maka satu hari sesudahnya kita segera menghapus rasa tersebut dengan makan dan menyediakan makan secara berlebihan. Bagaikan panas setahun dihapus oleh hujan sehari! Tidak heran jika di negeri yang mayoritas muslim ini, yang juga memiliki banyak jutawan dan orang berada, namun senantiasa setiap tahun jumlah orang miskin bertambah dan jurang pemisah semakin dalam. Rupanya ajaran Ramadhan yang begitu dalam dan mulia segera dihapus secara sitematis oleh budaya rakus, mubazir dan saudaranya syetan.

Masih ada lagi perilaku budaya yang ternyata telah merusak hari fitri kita. Silaturahim, saling berkunjung adalah ajaran Islam. Namun apakah silaturahim dengan kaum kerabat boleh menampilkan perilaku jahiliyah? Memamerkan kemewahan, berjabat tangan dengan yang bukan mahrom, bahkan sampai cium pipi antara pria dan wanita?

Demi tampil prima di hari raya, seluruh anggota keluarga mengenakan baju-baju terbaik. Kalaulah cukup sampai di sini, tak masalah. Tampil ceria di hari raya memang sunnah dalam ajaran Islam. Tapi jika anggaran baju satu orang anak sampai melebihi gaji sebulan sopir kita, maka di sini sudah berlebihan. Baju yang baik tak mesti mewah dan mahal apalagi bermerek. Bahkan baju terbaik konon berwarna putih, sebagaimana kafan yang kita bawa ke liang lahat! Sama sekali bukan yang berlebihan.

Sesudah berbaju mewah, model baju kaum ibu di hari raya-pun kadang bermasalah. Model baju muslimah memang sedang tren, namun modifikasinya sungguh menyesakkan dada. Sesak dada orang beriman yang berusaha menghindar dari aurat bertebaran yang dipertontonkan, dan sesak dada pria bermata jalang yang tak pernah mengerti makna puasa mata! Baju kebaya dengan sulaman berenda membuat kulit mulus pemakainya mengintip dari balik motif yang indah, membuat yang melihatnya ingin melihat sekali lagi dan sekali lagi.

Pada hari raya kaum ibu memastikan memakai semua perhiasannya, termasuk mempertontonkan perhiasannya yang paling berharga yaitu auratnya! La haula walaa quwwata illa biLLah. Syetan tertawa melihat si pemakai dan si penonton dicatat malaikat Atid atas kelakuan mereka.

Kemanakah bekas-bekas wudhu dan tarawih yang setiap malam dilakukan di masjid-masjid? Kemanakah bekas-bekas ’ittikaf dengan tumpahan airmata di atas sejadah? Bukankah saat-saat syahdu tersebut telah membuat kita haru biru memohon petunjuk Allah berkali-kali agar tak tersesat? Namun mengapa ketika sajadah dan Ramadhan sudah jauh kita menjadi lupa menahan diri dari godaan syetan?

Adalah syetan yang menjadi tertuduh di sini. Syetan yang merupakan pengikut Iblis dan turunannya adalah makhluk-makhluk Allah SWT yang memang sudah bertekad bulat menyesatkan kita. Syetan membuat seribu satu tipu daya untuk menyesatkan dan menipu kita. Keburukan dibungkus label seolah kebaikan, sehingga sunnah untuk bergembira di hari raya berubah menjadi pesta pora berlebihan dan penuh kemewahan serta kemubaziran di hari raya. Anjuran memakai baju terbaik di hari raya untuk menunjukkan kegembiraan berubah menjadi ajang jor-joran, pamer perhiasan dan aurat yang sudah jauh dari ajaran Islam.

Syetan tidak langsung mencegah kita dari kebaikan, salah satu tipuannya yang paling efektif adalah membuat orang yang melakukan kebaikan dengan niat baik dibuat berlebih-lebihan sedikit demi sedikit. Jika setiap yang sedikit berubah kita mulai perturutkan, maka lama kelamaan kita terseret jauh dari kebenaran.

Jika saja semua pelajaran Ramadhan tetap terbawa di hati, tak mungkin perilaku berlebihan ini menjadi kebiasaan yang semakin mengikat hati kita. Jika saja pada setiap hari di luar Ramadhan kita selalu teringat pelajaran-pelajaran Ramadhan, maka niscaya di Ramadhan tahun berikutnya kita menjadi semakin mengerti makna ajaran Allah Yang Maha Mulia ini.
Jika saja semua doa dan harapan yang diucapkan di malam-malam Ramadhan menjadi warna harapan dan motivasi kita di luar Ramadhan, maka niscaya kita tak akan lupa diri sama sekali.

Pertanyaannya, apakah kita sudah jujur dengan doa-doa yang kita ucapkan? Apakah benar kita memang memohon petunjuk Allah ketika kita membaca surah Al Fatihah? Lantas mengapa kita lupa aturan Allah justru di hari yang seharusnya kita sudah dinyatakan menang?
Ataukan kita ini hanya boneka hidup yang menjadi obyek permainan syetan yang mana selama sebulan Ramadhan mereka terikat sehingga kita seolah sholeh, kemudian ketika mereka sudah ”terlepas” di hari pertama Syawal maka otomatis kita kembali menjadi pengikut mereka?

Bukankah kita adalah makhluk dengan kemampuan berpikir dan memilih? Kita sama sekali bukan boneka syetan. Maka seharusnya kita tetap menghidupkan Ramadhan di sepanjang tahun-tahun hidup kita setiap harinya.

Renungkanlah ucapan yang disunnahkan di hari Fitri:
Taqobbalallaahu minna wa minkum, kullu aamnin wa antum bi khoir” (Semoga Allah Menerima amal kami dan kalian, semoga sepanjang tahun Anda selalu dalam kebaikan).
Ramadhan adalah perbekalan kita setahun ke depan, jangan menangkan syetan justru di hari Fitri. Allahumma ja’alna minal aa idiin wal faidzin. (Ya Allah jadikanlah kami orang yang kembali dan orang yang menang).
Amin.

Dikutip dari eramuslim.com (Senin, 29 Sep 2008 13:01)

(Siti Aisyah Nurmi)

Rabu, 01 Oktober 2008

ASTAGHFIRULLAH ... HATI-HATI SAUDARAKU!

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Sungguh tak menjamin sekalipun pemerintah telah mengeluarkan larangan untuk mengakses atau memasukkan situs pornografi dan pornoaksi di internet, tetapi malah tidak sesuai dengan apa yang ditetapkan. Ternyata Masih ada saja.

Salah salah pencet/klik ...bisa-bisa yang keluar malah situs Porno.... Astaghfirullah....

Untuk Friendster juga... walaupun banyak manfaatnya....Tapi masih ada aja mereka yang menjadi anggota FS menampilkan Foto-Foto diri mereka yang tampil seksi bahkan tak layak untuk dipertontonkan... Masya ALLAH....Astaghfirullah...

Sekarang kita harus hati-hati memilih situs atau pun mengetik situs yang ingin kita pilih.

Astaghfirullah.... Ya Allah ampunilah hambamu ini... Kuatlah hamba dan Saudara-saudari hamba untuk menjaga pandangan mata dan pikiran kami dari hal-hal yang engkau Haramkan.... Amin

Sabtu, 27 September 2008

Ramadhan dan Derita Rakyat Palestina

Al-hamdulillah, segala puja dan puji bagi Allah yang telah memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu kembali dengan bulan yang mulia, bulan penuh berkah dan rahmat, bulan Ramadhan, Ramadhan 1429 H.

Malam hari melakukan qiyam ramadhan, siang hari berpuasa, menahan lapar dan haus, sehingga bibir kering, tenggorokan dahaga, badan terasa letih, lelah dan lemah.

Masjid lebih sering dikunjungi dibandingkan bulan-bulan lainnya, al-qur’an menjadi bacaan wajib setiap hari.

Tetapi…

Pernahkah kita mendengar dan memperhatikan kondisi kaum muslimin, umat nabi Muhammad saw di negeri para nabi, negeri Palestina, khususnya di Gaza pada bulan Ramadhan tahun ini?

Mungkin karena kesibukan, masalah Palestina menjadi sesuatu yang terlewatkan dalam memori kita, sehingga penderitaan rakyat Palestina menjadi penderitaan yang terus menghimpit kehidupannya, mereka menjadi merana dan sengsara di tengah kebahagian saudaranya di negeri lainnya.

Saat ini, ada dua penderitaan yang sedang dihadapi rakyat Palestina akibat penjajahan yang dilakukan Zionis Israel.

Pertama, penderitaan karena sulitnya mendapatkan kebutuhan pokok, makanan yang akan dikonsumsi, susu untuk bayi, serta sulitnya mendapatkan obat-obatan.

Sulitnya mendapatkan makanan, obat-obatan dan susu untuk bayi diakibatkan blokade yang diterapkan penjajah Zionis Israel sudah
berlangsung 2 tahun hingga saat ini.

Sungguh ini merupakan kejahatan kemanusiaan di abad modern yang dipertontonkan secara vulgar kepada masyarakat dunia, khususnya umat Islam.

Apabila blokade yang diberlakukan Zionis Israel terhadap wilayah Gaza terus diterapkan dan masyarakat dunia, khususnya umat Islam diam seribu bahasa, memeluk dengkul, bertopang dagu, tidak ada upaya untuk menolak blokade tersebut, maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi tragedi kemanusiaan bagi 1, 5 juta penduduk Gaza.

Kedua, penderitaan karena tidak dapat mengekspresikan nilai-nilai keimanan dalam bentuk beribadah kepada Allah.

Seperti tahun-tahun yang lalu, kaum muslimin di Tepi Barat, khususnya di kota suci Al-Quds, yang berusia di bawah 45 tahun tidak diperkenankan Zionis Israel untuk beribadah di masjid al-Aqsha.

Setiap jama’ah yang akan masuk masjid al-Aqsha ditatap dengan tatapan yang sinis dan penuh curiga, digeladah, ditanya identitasnya, jika terbukti usianya di bawah 45 tahun, maka akan diusir, tidak boleh memasuki masjid yang merupakan kiblat umat Islam pertama.

Sehingga, tidak sedikit para pemuda yang ingin mendulang pahala di bulan Ramdhan, rindu terhadap masjid al-Aqsha dan ingin i’tikaf di dalamnya, hanya dapat melihat keindahan dan kemuliaan al-Aqsha dari jauh, dan pelaksanaan shalat hanya dapat dilakukan di luar kompleks masjid al-Aqsha.

Perbuatan zalim Zionis Israel yang melarang kaum muslimin berkunjung ke masjid al-Aqsha, shalat dan i’tikaf di dalamnya, jelas merupakan kezaliman dan harus segera dihentikan!

Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim. (yaitu) orang-orang yang menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan menghendaki (supaya) jalan itu bengkok. Dan mereka itulah orang-orang yang tidak percaya akan adanya hari akhirat.(QS: Huud/11: 18-19).

Orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, Kami tambahkan kepada mereka siksaan di atas siksaan disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan.(QS: An Nahl/ 16:88).

Perbuatan melarang seseorang atau sekelompok orang untuk beribadah menurut keyakinan agamanya di tempat ibadahnya adalah perbuatan yang jelas-jelas melanggar Hak Asasi Manusia (HAM), tetapi kenapa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) diam?, mereka yang selalu berkoar-koar sebagai pendekar HAM juga diam? Inilah standar ganda yang mereka mainkan!

Rakyat di Jalur Gaza yang akan melaksanakan umroh di bulan Ramadhan tahun ini juga dipersulit, sebanyak 2.200 orang telah mengajukan permohonan umrah Ramadhan ke tanah suci Mekah dan ingin i’tikaf
di masjid al-Haram. Namun hanya 600 orang yang berangkat dengan bekal pasport, visa dan tiket kendaraan. Selebihnya masih berjuang agar tercapai cita-citanya beribadah di Baitullah.

Kenapa umat Islam tidak berupaya membantu, menolong saudaranya yang sedang susah dan sengsara di Palestina khususnya di Gaza? Bukankah mereka umat nabi Muhammad saw?

Bulan Ramadhan adalah bulan tarbiyah, bulan pembinaan, pada bulan ini kita dilatih untuk peduli terhadap mereka yang sedang kesusahan, dan kita disuruh untuk meringankan bebannya. Semoga amal ibadah kita pada Ramadhan tahun ini lebih baik dari Ramadhan tahun yang lalu.

Serdadu Zionis Israel tiada henti melakukan aksi bersenjata terhadap rakyat Palestian. Meskipun sudah sepakat melakukan gencatan senjata. Nyatanya Israel terus melakukan operasi militer di wilayah Palestina.

Seperti di Gaza dan Tepi Barat. Di tengah bulan ramadhan ini pun tentara penjajah Zionis Israel melakukan operasi militer. Sehingga mengakibatkan jatuhnya korban rakyat sipil. Langkah ini menunjukkan betapa biadabnya penjajah, yang terus membuat langkah-langkah yang amat berbahaya bagi keamanan rakyat Palestina.

Kini, Israel akan dipimpin seorang perempuan yang mantan anggota badan intelejen Israel Mossad, Tzipi Livni. Livni terpilih menjadi ketua Partai Kadima, yang didirikan oleh Ariel Sharon, yang sudah tiga tahun ini mengalami koma.

Bagaimana kebijakan Livni terhadap rakyat Palestina? Israel tak pernah memberikan kesempatan bagi rakyat Palestina merdeka. Karena mereka ingin tetap menjajah secara permanen. Berbagai langkah-langkah negosiasi yang dilakukan sejak dulu sampai hari tak menghasilkan apa-apa. Sudah berapa ratus kali perundingan. Tak satupun hasil yang memberikan arah bagi kemerdekaan bangsa Palestina. Semuanya hanyalah bersifat ‘diplomasi’ kosong, yang tak memberikan apa-apa bagi masa depan rakyat Palestina.

Kini, posisi rakyat Palestina tidak lagi seperti dulu. Mereka sudah lebih kuat. Mereka memiliki leverage (daya tawar), yang cukup kuat dalam menghadapi Israel. Mereka bisa membuat senjata sendiri. Mereka memiliki pasukan yang terlatih. Mereka memiliki pemerintahan di Gaza yang efektif. Tak tergantung dengan bantuan asing. Ismail Haniyah berhasil mengatasi situasi yang sangat rumit dan komplek. Sehingga, Israel tidak berani melakukan manuver yang membahayakan bagi masa depan rakyat Palestina. Impian tentang ‘Israel Raya’ sudah tamat. Tak ada lagi ambisi yang dapat memuaskan Israel, yang akan membawa negeri Zionis itu menjadi kekuatan di Timur Tengah. Hal itu seperti dikemukakan Perdana Menteri Olmert. “Impian Israel Raya itu sudah tidak ada lagi”, ujar Olmert. Inilah realitas baru di Timur Tengah. Khususnya di Palestina.

Jangan lupakan saudara kita di Palestina walaupun hanya dengan seuntai do’a!


Dikutip dari : Ferry Nur, Sekjen KISPA (www.eramuslim.com)

Rabu, 20 Februari 2008

Kerinduan yang membangkitkan Semangat Baru

Sebelum tertidur, aku mencoba mengintropeksi diri. Saya mencoba membandingkan diri saya pada saat awal mendapat hidayah untuk tergabung dalam jama'ah ini dengan diri saya yang sudah terlibat jauh. Alhamdulillah, Allah masih memberikan keistiqomahan kepada saya atas segala nikmat yang diberikannya ini.

Namun, ada suatu yang saya rasakan hilang dengan semakin bertambahnya usia dakwah yang saya lakukan ini.

Sesuatu itu adalah Semangat. Saya akui, saat diawal saya masuk dalam gerakan dakwah ini semangat itu begitu menggelora dalam darah dan jiwa ini, tetapi kenapa seiring waktu berjalan semangat itu semakin terkikis.

Adakah yang tahu Kenapa?

Kemudian saya kembali berfikir, apa penyebab itu semua. Lalu saya mencoba menyelami daya ingat saya pada saat awal saya mendapat hidayah.

Ternyata Jawaban itu adalah karena saya memiliki tujuan yang mulia dan suci dalam dakwah ini. Yah.. itulah penyebab kenapa diri saya memiliki semangat yang luar biasa.

Lalu daya ingat saya kembali menerawang untuk melakukan investigasi terhadap diri yang semakin melemah. Apa sebenarnya penyebab semangat ini menjadi Surut... Apakah ada yang salah dengan dakwah yang saya lakukan, ataukah terlalu banyak aktivitas yang saya lakukan, ataukah...ataukah...

Sulit saya mencari jawabannya... dan pada akhirnya saya mencoba untuk mengoreksi tujuan dakwah saya dalam beberapa bulan terakhir ini. Apakah ada yang salah pada dakwah yang selama ini saya lakukan dan dengan tujuan yang saya usung. Ternyata setelah saya pikir-pikir, memang ada keterkaitan antara dakwah yang dikerjakan dengan tujuan dakwah kita bawa.

Jadi, penyebab utama kenapa semangat saya melemah adalah karena Tujuan/misi saya dalam dakwah ini telah berbelok dari tujuan yang sebenarnya dan juga ternodai dengan kotornya dunia.

Ya Allah, Luruskan lah selalu niat hamba-Mu ini didalam setiap aktivitas yang kami lakukan. Kami mengakui ya Allah, bahw kami adalah mahluk yang lemah lagi berdosa, maka oleh sebab itu berikan kepada kami selalu pintu Maaf dari-Mu.

Ya Allah, Jadikan diri ini untuk slalu istiqomah didalam menjalankan syariat-Mu, Berikanlah kekuatan kepada kami didalam memikul amanah dari-Mu. Ya Allah, engkau Maha Tahu dari setiap apa yang kami pikirkan ataupun akan kami kerjakan, maka jagalah selalu kami dari godaan syaetan yang mencoba menggoda kami dan jagalah kami dari perbuatan maksiat.

Berikanlah kesempatan kepada hamba-Mu ini untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah hamba lakukan dengan mengerjakan kebajikan, melakukan amal ma'ruh nahi munkar kepada saudara saudara hamba lainnya. Kabulkanlah ya Allah...

Rabu, 02 Januari 2008

Sekolah Harus Bantu Cegah Pengaksesan Situs Porno

Di akses dari http://www.eramuslim.com/ (Semoga bermanfaat.)

Keberadaan situs porno di jaringan internet sekolah tidak bisa diberantas tanpa bantuan sekolah, karena itu guru sebagai bagian integral dari pendidikan, harus dapat mengawasi siswa saat pelajaran penggunaan fasilitas internet dilakukan.
"Situs memang bisa diblok, namun ia bisa beregenerasi menjadi situs lainnya, internet itu jalan tol, tergantung orangnya mau pakai untuk apa, "jelas Juru Bicara Departemen Pendidikan Nasional Bambang Wasito Adi, di Jakarta, Rabu(2/1).
Sebenarnya, menurutnya, siswa yang membuka situs porno di sekolah akan mudah ketahuan sebab di sekolah praktek seperti itu mungkin hanya sedikit, kebanyakan dari mereka membuka situs di warnet. Namun, bukan tidak mungkin siswa berani mencoba di sekolah. Untuk itu perlu peran aktif dari guru diperlukan dalam mencegahnya.
Seperti diketahui, Departemen Pendidikan Nasional telah mencanangkan program jaringan pendidikan nasional untuk sekolah-sekolah. Sebanyak 212 sekolah di seluruh Indonesia akan memiliki akses ke jaringan pendidikan nasional. Program tersebut diwarnai kekhawatiran tentang kemungkinan siswa bisa mengakses situs porno.
Meski situs porno membayangi jaringan pendidikan nasional, lanjutnya, pemerintah akan tetap menyambung jaringan ini ke seluruh sekolah yang ada. "Situs porno hanya ekses, harus kita bendung sama-sama. Internet di sekolah merupakan kebutuhan pendidikan, tanpa itu kita ketinggalan, "imbuhnya.
Sementara itu, Pakar telematika Roy Suryo, mengatakan jaringan pendidikan nasional dapat memproteksi akses para pelajar ke situs porno. Hal itu dimungkinkan, karena program jaringan pendidikan nasional menggunakan jaringan resmi.
"Proteksi terhadap situs-situs porno mungkin bisa dilakukan, karena menggunakan jaringan resmi, dan juga bisa dilakukan oleh para pengelola jaringan. Dalam hal ini sekolah harus dibekali pengetahuan untuk memproteksinya. Program untuk itu sudah banyak dan bisa diunduh, "jelasnya.
Roy mengatakan, saat ini ada sekitar 24, 5 juta orang pengguna Internet. Menurut dia, rata-rata semua pengakses pernah mengunjungi situs porno. "Mungkin tidak konstan, tapi pasti pernah mengunjungi, " katanya.
Sebelumnya, Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Romi Satria Wahono, mengatakan keberadaan situs porno tidak bisa dihambat. Saat ini ada lebih dari 1, 3 miliar halaman situs porno dalam jaringan Internet. Di mana, kontribusi dari situs porno tersebut mencapai 18 miliar dolar per tahun.
Bisnis pornografi, lanjutnya, mencapai angka 80 persen dari seluruh bisnis yang ada. Sebanyak 60 persen dari 1 miliar pengguna Internet dunia membuka situs porno saat terkoneksi dengan jaringan. Dalam setahun bahkan ada 600 film porno baru yang diproduksi. Karena itu, mampukah orang tua, masyarakat, dan negara, membendung arus deras pornografi dikalangan generasi muda???(novel)

Selasa, 01 Januari 2008

HAMAS: Jika Haniyah Dibunuh, Kami Akan Sapu Bersih Musuh Palestina

Di Ambil dari http://www.eramuslim.com/. Agar seluruh saudara-saudara ku Tahu perkembangan terbaru dari saudara-saudara kita di belahan bumi lainnya.

Zionis-Israel bersama dengan seluruh kaki tangannya, termasuk Mahmud Abbas Cabal, sudah lama merancang suatu operasi untuk bisa membunuh Perdana Menteri Palestina de jure dan de facto Islmail Haniyah yang berasal dari kubu HAMAS. Hanya saja, sampai kini Ismail Haniyah masih sehat bugar dan ini membuat musuh-musuh rakyat Palestina semakin gusar.
Juru Bicara HAMAS dari sayap militer Brigade Al-Qassam, Abu Ubaidah, menegaskan jika Zionis-Israel dan kompradornya sungguh-sungguh membunuh Ismail Haniyah, maka HAMAS akan membuat satu “Gempa Bumi yang sangat besar yang akan mengguncang seluruh Tanah Palestina dan menghancurkan musuh-musuh-Nya”.
“Kami tegaskan, jika itu sampai terjadi, tidak ada cara lain bagi kami kecuali menghancur-leburkan Zionis-Israel bersama dengan seluruh kaki tangannya!” ujar Ubaidah.
Kepada Kantor Berita Maan News Agency, Abu Ubaidah mengatakan, “Kami menyadari bahwa Zionis-Israel bisa berbuat sesuka hati terhadap rakyat Palestian disebabkan Amerika merestui hal tersebut. Kami bersama rakyat Palestina akan selalu berjuang melawan segala kezaliman dan kesewenang-wenangan. Hingga keadilan dan kebenaran tegak di bumi Palestina, bumi milik umat Islam sedunia!”
“Kami juga sangat serius menghadapi ancaman pembunuhan terhadap pemimpin kami, Ismail Haniyah. Kami tidak main-main. Kami sudah banyak mengalami peningkatan baik dari segi strategi maupun kekuatan tempur. Jika pemimpin kami sampai terbunuh, maka Kami akan segera menjawabnya dengan sesuatu yang kalian semua tidak pernah memimpikannya sekali pun!” tandas Abu Ubaidah. (Rizki/MNA)

Continue

26-30 Desember 2007

Belajar dari kehilangan dari apa yang kita miliki sungguh luarbiasa sekali. Dalam menyikapi setiap kehilangan ada dua pilihan, (menyesali dan bersedih) atau (bersabar, ikhtiar, dan berdoa) atas segala yang menimpa kita.

Dari kasus yang saya alami sungguh menjadi suatu hal pelajaran yang dapat diambil hikmahnya bagi kita semua terutama untuk saya pribadi. Kalau kita inventaris ada banyak yang dapat diambil pelajarannya :
1. kita harus bersabar;
2. kita harus memahami bahwa segala sesuatunya milik Allah, maka kembalinya kepada Allah;
3. Ini adalah teguran dari Allah, sebelum Allah mengambil sesuatu yang lebih besar lagi dari apa yang kita miliki;
4. Berprasangka baiklah kepada Allah;
5. dan masih banyak lagi.

ikhwatifillah, ingat pesan Allah lewat surat-Nya dalam Al-qur'an : "Sesunggunya Allah bersama orang-orang yang bersabar"

So, kenapa kita harus bersedih. kalau nyata-nyata Allah sudah menyatakan bahwa hanya orang-orang yang bersabarlah maka Allah akan menjaga dan melindunginya. oleh sebab itu, jagalah hati kita dari berprasangka yang buruk kepada Allah, seolah-olah musibah yang kita alami adalah suatu bencana yang dikarenakan Allah membenci kita, naudzubillah.

To Be Continued....

Template by:
Free Blog Templates