Kamis, 26 Februari 2009

MUDAHNYA BERPRASANGKA

Ternyata gampang sekali hati ini berprasangka negatif kepada orang lain yang belum tentu orang yang kita nilai sesuai dengan apa yang kita sangkakan.

Terkadang, kita hanya melihat dari satu sisi saja dan lansung menilai buruk tanpa terlebih dahulu mentabayuni atau mencari informasi syumul. Sebagai contoh mungkin, pada saat orang yang kita nilai tidak terlihat sewajarnya, atau kelihatan agak sedikit aneh... study kasusnya yang dapat diambil hibrohnya adalah pada saat kita sedang melakukan koordinasi, mungkin bisa jadi 1-2 kali koordinasi kita tidak ada masalah dengan rekan-rekan dakwah kita, namun pada rapat berikutnya ada saudara kita yang gaya rapatnya yang biasanya agak cool tiba-tiba berubah 180 derajat emosinya meningkat, dan hal itu terjadi hampir berulangkali. Bisa jadi hal ini membuat diri kita langsung menilai "Ikhwah gak tau diuntung, tiap saat kok emosian terus"

Yah...mungkin ini baru secuil cerita yang kurang bermutu, tapi yakinlah bahwa banyak faktor yang membuat kita langsung men-justis negatif saudara kita. Parahnya, kita berprasangka kepada orang yang jarang kita temui, dan apabila terdengar ISU negatif tentangnya (ingat cuma "ISU") kita jadi ikut-ikutan berprasangka yang jelek padahal kita tidak pernah melihat langsung kejadiannya tapi HANYA MENDENGAR saja, Naudzubilla.....

Mari kita bersihkan hati kita dari segala yang mengotorinya...

Kamis, 12 Februari 2009

SEMANGAT

AYOO.... JANGAN PATAH ARANG!
KITA MASIH BISA TERUS BERKARYA
CIPTAKANLAH TERUS KARYA TERBAIK
JANGAN PERNAH BERHENTI

SAYA PASTI BISA...BISA... BISA...!!

Minggu, 08 Februari 2009

RIZKI YANG LUAS

Tulisan ini bukanlah sebuah dongeng atau cerita fiktif, tapi justru cerita ini adalah pengalaman yang dapat menjadi pelajaran buat kita semua...

Teman... pernakah disaat diri kita sedang tidak memiliki uang atau bahasa gaulnya lagi cekak atau bahasa medisnya "kanker" alias kantong kering ^_^ disitu ternyata Allah memberikan jalan keluar bagi kita dengan diberikannya Rizki lewat jalan yang tidak disangka-sangka, dan saya yakin pastilah kita semua pernah merasakannya.

Mungkin cerita ini kurang atau bahkan tidak memiliki kualitas yang bermutu. Tapi paling tidak, cerita ini bisa menjadikan sebuah pelajaran yang mungkin bisa membuat diri kita untuk lebih baik lagi.

Percayakah antum bahwa Rizki Allah itu bisa mengalir seperti air yang mengalir bahkan disaat kita membutuhkannya rizki itu datang kepada kita lewat sarana atau pintu mana saja (So pasti tetep halal dunk) dengan modal keyakinan dan sebuah ikhtiar dari kita.

Sebenarnya, semua rizki yang Allah turunkan kepada kita adalah buah dari sebuah amal kebajikan yang kita lakukan, kalau berbicara pengalaman tentu saja hal ini bukanlah sebuah ucapan yang membual. Kenyataannya bahwa hanya dengan membelikan air galon untuk diminun oleh sebuah keluarga, tanpa kita sadari ternyata setiap tegukan air yang diminum oleh setiap orang dalam keluarga itu memberikan nilai tambah dalam amal kita. Dan ternyata pada akhirnya Allah akan memberikan kita rizki lewat jalan yang lain buat kita, lebih-lebih pada saat kondisi kita yang memang sedang seret dana.

Tapi yang harus kita ingat adalah rizki Allah itu datang dengan keyakinan, do'a, dan ikhtiar sungguh-sungguh. Dan bisa jadi juga rizki itu akan terhalang kepada kita hanya gara-gara satu perbuatan mudharat yang kita lakukan.

Teman.... Yakinlah bahwa Rizki Allah itu sangat banyak dan luas.

Senin, 02 Februari 2009

Mengejar Impian

Ternyata begini toh rasanya setelah beranjak dewasa...

Dulu pada saat masih kanak-kanak, kita ingin sekali segera beranjak dewasa. Saat masih TK hingga SD ana berpikir kapan bisa cepat $gede seperti orang dewasa pada masa itu, punya tubuh yang tinggi, energik, banyak relasi, selalu mobile dan lain sebagainya... pokoke banyak hal yang membuat diri ini untuk segera beranjak dewasa.

Akhrinya... ana telah 25 th sekarang. Fuiihhh.... perjalanan yang panjang tapi singkat tak terasa begitu cepat... dari yang segala-galanya masih di momongin ORTU hingga kini apa-apa dikerjakan sendiri (tapi kalau masak masih disiapin Ortu hehe ^_^...Tapi kadang masak sendiri juga sich, masak air, goreng telur, dan yg mudah-mudah lah).

Banyak hal yang dapat diambil hikmah dari masa perjalanan itu, diantaranya dan yang bermakna hingga hari ini adalah, Hidayah Allah yang senantiasa mengiringi langkah kaki ini beranjak dewasa ( semoga Kita semua senantiasa diberikan Hidayah oleh Allah selalu, Amiin) dan tak ketinggalan pula Nasihat para Sesepuh (Ortu, Ustad, Shekhud dakwah, Friends, etc).

Sekarang setelah apa yang diimpikan itu datang, maka akan ada impian yang lainnya bahkan lebih besar dan dahsyat. Di usia yang sudah cukup dikatakan dewasa dan tentu saja masih muda, masih banyak impian-impian lainnya yang belum terpenuhi, oleh sebab itu... Sekaranglah untuk mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki untuk mengejar impian yang masih harus diraih.... Apalgi yang harus ditunggu.... (Masih lajang lagi....Ck...ck...) masa mau selalu disalip ditikungan terus.... Ayo semangat !!